Temu Dengar: Audio Paper “Modular Organizing”

RTFM

Narasumber: Azalia Syahputri, Leilani Hermiasih
Penanggap: Tyo Harwanto & Sanjonas
15 Mei 2026, 19.00-21.00 WIB

Bagaimana jika logika modular synthesizer diadaptasi sebagai prinsip pengorganisiran?

Selama setahun belakangan, Azel dan Lani terlibat langsung dalam proses pengorganisiran GAUNG: mengkoordinasikan program, memfasilitasi pertukaran antar kolektif, dan menavigasi jarak antara niat dan kenyataan. Audio paper “GAUNG’s Patch Notes: Modular Organizing” adalah upaya untuk mengartikulasikan apa yang mereka temukan: bagaimana logika yang dipinjam dari modular synthesizer — komponen yang independen, koneksi yang sementara, tidak ada yang permanen — membentuk cara GAUNG bekerja, di mana logika itu bertahan, dan di mana ia retak.

Dalam sesi ini, temuan Lani dan Azel akan ditanggapi oleh Tyo Harwanto dan Sanjonas, yang akan membawa perspektif mereka terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diangkat dalam paper: apa yang dimaksud dengan pengorganisiran yang radikal? Apa yang sebenarnya dimungkinkan lewat modularitas, dan bagi siapa? Serta, apa artinya menulis tentang sebuah kolektif dari dalam, sementara prosesnya masih terus berjalan?

Profil Narasumber

Azalia Syahputri adalah praktisi seni yang berkecimpung dalam pengarsipan audiovisual, kurasi film dan musik, riset kebudayaan, dan pengembangan program publik. Keterlibatannya merentang di berbagai festival dan ruang seni, termasuk JAFF, Minikino, FFD, dan GAUNG. Di waktu luangnya ia melakukan studi lamban terhadap bunyi yang bisa dicek di Instagram @ohnothesound. 

Leilani Hermiasih adalah musisi, peneliti, dan organizer yang berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Saat ini ia sedang menyelesaikan tesisnya tentang transmisi rasa di kalangan musisi gamelan Jawa Tengah, di Universität Münster. Di samping penelitiannya, praktiknya berakar pada kerja kolektif dan komunitas: belakangan berkolaborasi dengan Paduan Suara Dialita dan Mother Bank, menjadi anggota komite kerja Perempuan Komponis: Forum & Lab, serta turut memprogram GAUNG.

Tyo Harwanto adalah manajer seni yang memiliki andil besar dalam pengembangan tata kelola peristiwa seni dan budaya, terutama dalam skala festival di Yogyakarta. Ia pernah menjabat sebagai direktur Festival Kesenian Yogyakarta selama 2 periode, aktif dalam forum Jogja Festival, manajer umum di Sumonar Festival, dan banyak festival lainnya.

Sanjonas adalah seniman, desainer grafis, produser musik elektronik, dan DJ yang berbasis di Yogyakarta, dan telah aktif sejak 2012. la aktif di Post Party Syndroma sebagai promotor, sebuah platform musik klab. la juga merupakan salah satu pendiri dari Bast Cultura, Wicker Basket, dan 555_S.E.A., sebuah upaya kolaboratif untuk membayangkan kembali masa dean pasca-platform, melalui musik-visual dari kawasan ASEAN. la juga bagian dari label rekaman Ear Flux, serta RAMPAK G.

GAUNG

A Power Supply and Network Station for Electronic Music

majelisgaung@gmail.com

Info