
RUMAKIT
Sebuah ajang kenduri dan musyawarah bersama organ-organ skena musik elektronik dan eksperimental yang merupakan rekan kerja dan belajar bersama dalam mengelola rangkaian linimasa program Gaung. Program ini digelar sebagai fase perdana yang mengawali festival GAUNG di setiap edisinya namun juga digelar dalam skala kecil secara spontan.
Rekan Kolektif
Sebuah platform diskursus musik ambient yang menyediakan ruang bagi seniman dari berbagai latar belakang untuk bereksperimen dan berbagi perspektif, acara ini menampilkan ambient yang bebas dan personal, yang menyatu dengan ruang tanpa menenggelamkan suara organik. Lebih dari pertunjukan, Ambient Evening menjadi tempat temu, diskusi, dan pengalaman bunyi dan keheningan.
Jogja Noise Bombing adalah sebuah kolektif terbuka untuk penggemar dan musisi musik eksperimental serta noise berbasis di kota Jogja. Selama ini kolektif JNB telah menggelar gig di area publik, workshop, pameran, diskusi, screening film, mengorganisir tour artist noise serta festival noise tahunan Jogja Noise Bombing Festival (JNB Fest).
Komunitas pegiat Hip Hop yang bertujuan mempertemukan berbagai kolektif hip-hop di Yogyakarta. Jumat Gombrong sudah banyak menggelar gig dan juga berpartisipasi di beberapa festival nasional di Indonesia. Sebagai kelompok musik, Jumat Gombrong telah merilis beberapa single secara mandiri.
Sebuah acara rave dengan semangat kolektif dimana semua yang ikut terlibat dapat berpartisipasi dalam berlangsungnya acara seperti membuka lapak, sebagai performer, aktivitas lainnya. Klub Menepi dirancang sebagai sebuah rave party ekologis di luar area urban selama 17 jam.
Sebuah platform yang dirancang untuk mewadahi musik improvisasi dan semangat eksperimentasi dalam bermusik. Kombo adalah sebuah gagasan inklusif dengan tujuan mengedukasi dan menginspirasi masyarakat akan metode-metode alternatif dalam penciptaan bunyi dan komposisi, termasuk juga melatih perspektif masyarakat akan cara mengapresiasinya.
Platform daring yang mengarsipkan skena club culture Indonesia sejak 2019, mengeksplorasi budaya internet dan kolaborasi. PPS mengembangkan inisiatif audio-visual, zine, label, dan radio, menjembatani skena lintas disiplin. Kini PPS menggarap proyek 555 untuk membayangkan masa depan pasca-platform melalui kolaborasi ASEAN yang lebih luas dan berkelanjutan bagi komunitas.
Kolektif di kampung Wijilan yang mengaktifkan ruang publik lewat street gigs setiap Selasa, mengusung semangat DIY. Mereka membuka ruang bagi musisi dan seniman, terutama elektronik dan DJ, namun terbuka lintas genre. Dengan jaringan organik, mereka menjaga semangat komunitas dan terus menjelajah ruang publik Jogja untuk berekspresi bebas.
Yes No Klub mengelola gigs eksploratif yang mendorong ujicoba gagasan, pemikiran, bentuk, dan teknik musik beserta budaya yang menyertainya. Sejak 2010, mereka bekerja sama dengan festival seperti Nusasonic dan mengelola program Pestapora sejak 2022 untuk mengenalkan musik non-populer kepada khalayak luas.
Sebuah situsweb yang membagi arsip projek, praktisi, kolektif, label, metode, publikasi dan acara musik elektronik dan eksperimental di Yogyakarta. Projek pengarsipan ini melestarikan geliat musik progresif akar rumput sebagai acuan dalam perkembangan dan pengkajiannya.
Sebuah ruang kuliner dengan program kreatif yang fokus pada pengarsipan rekaman musik analog, ruang dengar, dan sinema independen.
Sebuah paguyuban toko-toko rilisan musik fisik mandiri di Yogyakarta yang aktif menggelar lapak alternatif di berbagai acara.
Klub belajar dan ensambel musik elektronik terbuka hasil kolaborasi Perempuan Komponis: Forum & Lab dan platform yang diinisiasi oleh Jesslyn Juniata, Belajar Synth
Studio praktik bunyi berbasis teknologi terjangkau, berfokus pada pembuatan instrumen kontemporer secara swakriya sebagai edukasi alternatif melalui lokakarya, lab, dan kelompok belajar. Praktiknya menjelajah noise, musik eksperimental, serta pedagogi media lintas disiplin untuk memperkaya pemahaman dan kolaborasi kreatif bagi komunitas bunyi kontemporer.
Sebuah acara yang merayakan kebersamaan antara komunitas, seni, dan alam. Dawn Gong memaknai pertumbuhan sebagai sensasi yang muncul secara mental, fisik, dan spiritual. Digerakkan oleh semangat kolektif, acara ini mengeksplorasi ruang untuk membangun kesadaran bahwa pada hakikatnya kita semua saling terhubung.
Sebuah kolektif on location recording profesional untuk musik kamar, ansambel, orkestra, gamelan, elektro-akustik (pre-recorded & live processing) dan juga musik nusantara. Rekam Bergerak mendukung pendokumentasian budaya bunyi dengan kualitas prima. Saat ini fokus mengembangkan sistem tata suara spasial.
Komunitas musik gamelan yang diinisiasi oleh komposer musik avantgarde Sapto Raharjo sejak tahun 1995 dan mengelola Yogyakarta International Gamelan Festival. Program-program publik regulernya bertujuan untuk mewadahi perkembangan musik gamelan bagi anak muda.
Pada edisi 2025, Gaung mengundang 15 inisiatif musik elektronik di Yogyakarta pada tanggal 14 Maret 2025 di Galeri Lorong. Acara diawali dengan tumpengan dan presentasi tentang konsep dan model kerja Gaung oleh Ari Wulu, Andreas Siagian dan Wok The Rock. Selanjutnya masing-masing inisiatif memperkenalkan diri masing-masing dan disusul dengan musyawarah dimana kendala dan harapan yang dihadapi disampaikan dan didiskusikan bersama. Aspirasi tersebut menjadi masukan yang sangat penting bagi Gaung sebagai landasan dalam pengembangan ekosistem musik elektronik. Acara dibuka dengan iringan musik seleksi DJ VWXYZ dan ditutup oleh DJ Ayash.


















