Narasumber: Iman Fattah
Moderator: Wok The Rock
16 Mei 2026, 16.00-18.00 WIB
📍 Gayam16, Yogyakarta
Kecerdasan buatan telah memasuki dapur produksi musik: mengomposisi, meniru gaya, menghasilkan bunyi dalam hitungan detik. Di tengah gelombang ini, pertanyaan-pertanyaan yang semula terasa spekulatif kini menjadi mendesak — apa yang tersisa dari kerja manusia ketika mesin bisa meniru ekspresi? Di mana letak tanggung jawab, dan kepada siapa?
Iman Fattah, anggota Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta, akan memaparkan bacaannya atas lanskap yang terus berubah ini. Bukan dengan posisi yang menolak atau merayakan secara tunggal, melainkan dengan menelusuri ketegangan yang sesungguhnya: antara potensi yang ditawarkan AI sebagai alat produksi, dan dilema-dilema yang menyertainya — dari jejak lingkungan yang kerap tak terlihat, hingga pertanyaan etis soal kepemilikan karya dan dampaknya terhadap kapasitas kreatif para musisi.
Sesi ini mengundang kita untuk tidak berhenti pada pertanyaan apakah AI boleh digunakan, tetapi merumuskan posisi yang lebih jujur: bagaimana kita berdiri di hadapan teknologi yang tidak netral, dan apa yang ingin kita pertahankan dari cara manusia membuat bunyi.
Profil Narasumber
Iman Fattah adalah musisi dan pegiat budaya yang fokus pada bidang tata kelola Al & kebijakan teknologi publik yang membantu institusi di Indonesia & Asia Tenggara mengadopsi teknologi secara akuntabel dan berbasis kepercayaan publik. Iman adalah anggota Komite Musik di Dewan Kesenian Jakarta.
Wok The Rock adalah seniman lintas bidang yang praktiknya beroperasi di ranah visual, audio, dan interaksi sosial. Proyek seni yang ia kerjakan bersifat kolaboratif dan majemuk yang berorientasi pada uji coba bentuk-bentuk baru yang populer. Wok aktif di Yes No Wave Music, Ruang MES 56, dan Gaung.






